Bangunan Lorong Waktu Itu Melemparmu ke Masa Lampau Hong Kong

Mancanegara

Sebagian masyarakat Hong Kong merasa seolah-olah sejarah kotanya mulai hilang ditelan oleh kemajuan zaman.

Itu karena bangunan-bangunan bersejarah dihancurkan untuk memberi ruang bagi gedung-gedung pencakar langit.

Alhasil, tempat para seniman tradisional beraksi di panggung mulai kalah bersaing dari budaya populer lainnya.

Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, beberapa tempat pementasan dan pameran telah dibuka untuk membawa kembali kehidupan Inggris-Cina di masa lalu.

Bangunan-bangunan tua yang sebelumnya terbengkalai telah dibuka kembali sebagai pusat kebudayaan baru yang megah.

Bahkan gedung pertunjukan baru yang paling mewah di kota ini telah didedikasikan untuk pelestarian kesenian kuno Hong Kong.

Berikut ini beberapa bangunan bersejarah Hong Kong yang mendapat sentuhan restorasi, hingga pantas jadi destinasi wisata baru yang sempat dikunjungi Dream, dalam rangkaian acara Hong Kong Arts Month 2019.

Xiqu Centre

Bagi yang suka dengan dunia arsitektur, patut memberi penghormatan kepada Xiqu Centre, sebuah gedung opera Kanton yang dibuka pada bulan Januari tahun ini.

Xiqu Centre adalah karya besar terakhir dari arsitek ternama Hong Kong, Bing Thom, yang merupakan blasteran China-Kanada.

Sayang, Thom keburu meninggal pada tahun 2016 sebelum melihat penyelesaian proyek penuh kenangan di kota kelahirannya itu.

Yang unik dari Xiqu Centre ini adalah desain arsitektur luarnya yang mirip sirip ikan yang berkilauan saat tertimpa matahari.

Tidak hanya itu, pintu luar dari gedung opera berlantai delapan ini dibuat seperti tirai saat sebuah pertunjukan akan dimulai.

Dengan desain yang sedemikian itu, cahaya alami bisa menembus sampai ke dalam atrium hingga membuat gedung ini bagaikan sebuah ruang publik yang sesungguhnya.

Jika Sahabat Dream berkunjung ke Xiqu Centre, akan ada pemandu dalam bahasa Inggris yang memberikan penjelasan tentang budaya, sejarah, dan kehidupan para pemain opera Kanton di masa lampau.

Drama atau opera klasik juga akan dipentaskan di bagian Grand Theatre. Sedangkan, Tea House Theatre yang lebih kasual menawarkan pertunjukan yang lebih pendek, lengkap dengan suguhan dim sum.

Xiqu Centre sebenarnya adalah bagian dari pembangunan Distrik Budaya Kowloon Barat yang luas dan masih dalam proses penyelesaian.

Di sekitar Xiqu Centre, Sahabat Dream bisa terkunjung ke M+ Pavilion, sebuah ruang pameran seni yang akan melengkapi Museum M+ yang lebih besar.

Museum M+ dijadwalkan akan dibuka secara resmi pada tahun 2020 mendatang. Tepat di luarnya adalah kawasan pejalan kaki dengan pemandangan tepi laut Victoria Harbour dan Pulau Hong Kong.

Tai Kwun

Tai Kwun yang berarti Stasiun Besar adalah bangunan bersejarah di masa Kolonial Inggris yang sebenarnya gabungan dari kantor polisi, pengadilan, dan penjara.

Bangunan tersebut telah dibuka kembali pada tahun 2018 sebagai Pusat Warisan Budaya dan Seni, yang merupakan bagian dari proyek restorasi kota Hong Kong yang paling ambisius.

Bangunan-bangunan bersejarah tersebut sekarang menjadi tempat bagi ruang pameran, studio, toko, dan restoran. Wisatawan bisa melakukan tur keliling Tai Kwun selama 45 menit menggunakan pemandu.

Tapi jika ingin menikmati sensasi sejarah Tai Kwun sendirian, kamu bisa berkeliling sampai sepuasnya karena area ini memang dirancang agar tourist-friendly.

Dari Tai Kwun, kamu bisa naik MRT ke stasiun terakhir Hong Kong untuk menuju Tsuen Wan. Ini adalah sebuah pabrik kapas tua di era kolonial.

Tsuen Wan ini dulu merupakan bagian integral dari industri tekstil Hong Kong dan pendorong ekonomi pascaperang.

Namun Tsuen Wan kini telah diubah menjadi Pusat Warisan, Seni & Tekstil, atau CHAT. Di sini, kamu menyaksikan pameran khusus Unfolding: Fabric of Our Life, yang dibuka bulan ini.

Acara ini memamerkan karya dan pertunjukan dari 17 seniman dan kelompok seni yang menggunakan tekstil sebagai bahan utamanya.

Bagaimana? Tertarik berkunjung ke ‘Kota Lama’ versi Hong Kong?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *